Bisnis Properti Di Bawah Ancaman Virus Corona

  • August 16, 2020

Oleh sebab itu, developer harus mampu menciptakan produk yang tepat sesuai kebutuhan pasar sehingga dapat menarik minat investor ataupun user untuk membeli. Ke depan, tren properti akan mengarah kepada pengembangan residensial yang homey, spacious, easy, compact, full, sensible residence dan affordable. Trend Harga, Penjualan dan Suplai di Sektor Properti, sangat menentukan gambaran kondisi bisnis properti secara nasional. Ketiga hal tersebut menunjukkan penurunan yang sangat tajam di beberapa daerah, meskipun di Jawa Barat dan Banten masih menunjukkan kenaikan Trend Harga di Kwartal I tahun 2020. Namun, terawangan masa depan untuk keuntungan bisnis properti telah tergambar jelas akan meningkat tajam sejalan dengan kemampuan daya beli masyarakat dari pertambahan pendapatan mereka. Dilihat dari setiap promosi pada media sosial, minat masyarakat pada bisnis bidang properti ini tidaklah terlalu surut, hanya saja tertunda.

Pandemi Covid-19 membuat hampir seluruh sektor usaha babak belur, termasuk properti.Penjualan properti turun signifikan. Kondisi ini pun sebenarnya harus ditanggapi sebagai tantangan baru bagi para developer, mereka harus bisa beradaptasi dan menemukan cara baru untuk memasarkan produk mereka kepada konsumen. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menginginkan agar beragam asosiasi seperti Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya dan berbagai pihak lainnya dapat terus membantu membangkitkan pasar properti di Republik Indonesia. Untuk itu, pengembang seharusnya bisa mengembangkan pemasaran digital apalagi saat ini teknologi kecerdasan buatan sudah berkembang pesat di mana-mana. Menurut Ferry, dengan kondisi yang saat ini terhambat dengan pandemi COVID-19, maka hal tersebut tentu akan mempengaruhi tingkat penjualan serta aktivitas konstruksi. Property Weekend Fiesta akan digelar pada 2-4 Oktober 2020 di Jakarta International Expo .

“Bisa dibilang sekarang kita menghadapi masa yang paling kelam saat ini,” ungkap Hari Ganie, seperti dikutip dari Bisnis.com, Ahad 10 Januari 2021. “Kalau baru mulai saat situasi sudah normal, hasilnya pasti beda. Dengan melakukan launching sekarang, developer juga ingin memperlihatkan diri sebagai perusahaan yang kuat,” jelasnya. Kami telah memperbarui kebijakan privasi untuk mencerminkan komitmen kami dalam memastikan keamanan information Anda. Silakan lihat kebijakan privasi terbaru kami untuk informasi lebih lanjut.

Karena dalam masa pandemi, masyarakat diwajibkan untuk mematuhi protokol Covid-19 dengan tetap memperhatikan social distancing dan bodily distancing. Pertama, konsumen harus memeriksa legalitas pengembang yang menjual produk properti yang diinginkan, mulai dari legalitas perijinannya, sertifikat tanah, hingga kualitas bangunan. Pada Kwartal I 2020 HARGA PROPERTI, secara nasional sempat mengalami kenaikan. Kenaikan ini karena terbantu oleh kenaika Harga di jenis properti Rumah Tapak, meskipun secara umum di jenis-jenis properti lainnya mengalami penurunan.

Bisnis properti saat corona

Selain itu sales/agen properti akan diuntungkan dari besarnya jaringan co-broker itu sendiri, sehingga dapat meningkatkan penjualan mendatang. Selain menawarkan keamanan kesehatan, konsultasi berbasis on-line juga menawarkan metode pemasaran yang lebih nyaman dan efisien kepada penjual properti. Dengan menggunakan sarana digital seperti video name untuk memasarkan produk, penjual dan pembeli tidak perlu menggeluarkan biaya tambahan transportasi untuk bertemu dan konsultasi dapat dilakukan dimana dan kapan saja. Totok mengatakan antusiasme masyarakat untuk memiliki rumah masih tinggi meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Terutama untuk rumah kelas menengah dan kelas subsidi di ibukota maupun daerah.

Lalu pada tahun 2013 hingga 2020, sektor properti tidak mengalami kenaikan atau mengalami “cuti” panjang selama 7 tahun akibat pandemi Covid-19. Pelaku usaha sektor properti nasional, ungkap dia, dipastikan akan mengajukan restrukturisasi kredit akibat terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Totok berharap perbankan dapat segera menerapkan POJK tersebut mengingat aktivitas pembangunan perumahan baik yang berskala rumah bersubsidi maupun properti komersial saat ini sudah terganggu. Sementara itu, Analis Properti dari Bintara Internasional, Saldy Fitrianda menilai, banyak masalah yang akan dihadapi para pelaku industri properti di dunia akibat pandemi Covid-19. Dampak negatif pandemi corona terhadap bisnis perkantoran dan gedung perbelanjaan ini dirasakan industri properti secara umum.

Menurutnya, potensi bisnis properti di Sumut, baik perumahan subsidi dan menengah maupun komersial serta apartemen masih cukup bagus untuk terus dikembangkan meski di kuartal II-2020 sempat mengalami penurunan akibat terdampak pandemi. Masyarakat menunda untuk membeli rumah atau apartemen baru melihat kondisi ekonomi yang belum menentu. Di sisi lain, para pelaku usaha di sektor ini berusaha kreatif dan jeli agar bisa melewati masa-masa sulit ini. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank Kong4D tanpa batasan plafon kredit. Para pelaku bisnis properti harus bisa melakukan sinergi pemasaran pada strategi virtual dan non virtual.

Peningkatan pasar properti dialami Alyssa McCrea dan suaminya yang berencana pindah dari Washington DC ke daerah pinggiran kota ketika putri mereka lulus SMA. Tepat ketika sang putri hampir lulus, pandemi COVID-19 merebak dan mereka menemukan rumah yang diidamkan. Hanya saja, diperlukan kolaborasi di semua sektor, dari pemasaran, promosi, hingga pembiayaan. Senada dengan Romeo, GM Marketing & Sales Harvest City Piter Simponi mengatakan, saat pandemi ini merupakan momentum untuk membeli properti.

Direktur Dyandra Promosindo Michael Bayu A Sumarijanto mengatakan meski kondisi pandemi Covi-19 yang belum bisa diprediksi akan selesai, puluhan ribu pengunjung ditargetkan dapat menhadiri PWF. “Target pengunjung yang masuk ke kita bisa mungkin sekitar 20 hingga 25 ribu orang,” kata Michael. “Kalau grafik Covid-19 sudah mulai turun di Juni, maka aktifitas akan kembali normal di awal tahun depan. Dengan skema tersebut, maka di bulan Maret 2021, masyarakat baru bisa bayar hutang dan pada Juni 2021 mereka baru bisa memberi properti atau otomotif,” tegasnya.

Gulami

E-mail : admin@bf2brasil.com