8 Jurus Bisnis Properti Bertahan Di Masa Pandemi Covid

  • August 16, 2020

Surabaya, Beritasatu.com – Sektor properti tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang menjanjikan saat pandemi Covid-19. Namun, konsumen tetap perlu berhati-hati dan jeli dalam bertransaksi guna memastikan keamanan dana investasi yang bakal digelontorkan. Pembelian yang dilakukan masyarakat pada sektor properti pun hanya akan bersifat sebagai investasi jangka panjang baik untuk hunian saat ini dan pada akhirnya dijual atau memang dikosongkan untuk dijual ke depannya.

Konsumen akan lebih memerhatikan segi kesehatan dan kebersihan setiap apa yang mereka datangi dan mereka miliki nantinya. Maka, sebagai pengembang Anda memiliki peran untuk menyebarkan informasi secara aktif tentang kegiatan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di lokasi proyek, kantor marketing, maupun present unit. Merdeka.com – Musisi sekaligus pengusaha properti, Ikang Fawzi, mengatakan bisnis di sektor properti yang digelutinya harus mengalami kerugian hingga 50 persen akibat wabah virus corona (Covid-19). Kerugian tersebut tetap terasa meski pemerintah saat ini telah menetapkan masa new regular.

“Harga rumah di AS telah naik 10% dalam setahun terakhir, dan rumah-rumah itu rata-rata terjual dalam waktu 14 hari , 20 hari lebih cepat dibandingkan pada setahun lalu,” ujar Amanda Pendleton dari Zillow. Mereka lantas menjual rumah yang mereka tinggali pada April 2020 dan siap jika harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan pembeli. Jika bank setuju dengan skema itu, lanjut Endang, pihaknya bisa meningkatkan persetujuan akad hingga 10%-15% menjadi 70% dari penjualan. Penjualan proyek rumah tapak Ciputra yang masih cukup baik hingga saat ini berada di Medan, Bogor, Tangerang, Bekasi, Semarang, dan Makassar. Dari sisi okupansi, Anton menyebutkan tingkat hunian mal di Jakarta semula diperkirakan bakal terus naik mengikuti tren tahun lalu. Realisasinya, tingkat keterisian mal di Jakarta yang biasanya hampir 90 % kini tinggal 86 %.

Lalu untuk PT Ciputra Development Tbk yang memiliki eksposur besar pada produk low-segment dapat terekspos risiko menurunnya daya beli masyarakat yang bergerak di sektor informal. Lomba Togel Tidak ada jaminan usai pandemi Covid-19 ini berlalu bisnis properti kembali menggeliat. Tanpa relaksasi dari pemerintah, prospek bisnis properti pada tahun ini suram.

Bisnis properti saat corona

Sebab, kondisi seperti sekarang memengaruhi ekonomi Tanah Air yang secara tidak langsung turut memengaruhi sektor properti. Jakarta – Konsultan properti Colliers International Indonesia menilai penyebaran virus corona atau Covid-19 dalam negeri tidak menguntungkan beragam sektor perekonomian, termasuk sektor properti yang turut terkena imbasnya. Tampilan digital bukan hal baru dalam bisnis properti atau sewa-menyewa rumah.

Dari sisi developer, mereka tetap melansir proyek baru saat pandemi supaya tetap kelihatan eksis. Resesi juga menjadi momentum mereka berekspansi, sehingga saat situasi sudah normal lagi, mereka lebih siap. Stimulus tersebut sudah berlaku semenjak thirteen Maret 2020 hingga 31 Maret 2021 dan ditujukan bagi debitur khususnya untuk UMKM dan sektor yang cukup rentan akibat pandemi Covid-19.

Akibatnya banyak calon pembeli yang menunda pembelian properti yang direspon pengembang dengan menahan peluncuran proyek properti baru. Program Homestay SMF juga hadir menjadi salah satu bentuk nyata mendorong peningkatan mental entrepreneurship bagi para penggiat wisata yang ada di daerah prioritas pariwisata. Terkait dengan masa pandemi Covid-19 saat ini, pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak sangat signifikan dan mengalami penurunan secara drastis. Guna mendukung program pemerintah, yaitu Program PEN , PT Sarana Multigriya Finansial diberikan mandat dalam program penugasan khusus, yaitu Program Pembiayaan Homestay.

Berbeda dengan segment property Harga di atas 1 Milyar yang kebanyakan buyernya adalah Investor. Meskipun untuk section yang terakhir ini juga sangat terpengaruh oleh Pandemic Covid19 karena turunnya pertumbuhan dan terjadinya perlambatan ekonomi. Sebelumnya MarkPlus Industry Roundtable sektor properti melakukan survei cepat mengenai daya beli masyarakat terhadap hunian di tengah pandemi Covid-19.

Gulami

E-mail : admin@bf2brasil.com